Galeri

PETURUTKAN NAFSU di DUNIA TERHALANG di AKHIRAT

PETURUTKAN NAFSU di DUNIA TERHALANG di AKHIRAT

Gambar

Peturutkan Nafsu Di Dunia Terhalang Keinginan di Akhirat.
———————————

Oleh : Abu Umar Abdillah.

Sumber : Majalah “ar-Risalah” edisi 126 vol. XI no. 06 Muharram-Safar 1433 H/ Desember 2011.
http://www.arrisalah.net
———————————

وحيل بينهم و بين ما يثتهو ن كما فعل بأ ثيا عهم من قبل إنهم كانوا في شك مريب
“Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagai mana yang dilakukan terhadap orang orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.” (QS. Saba’ : 54).

Suatu kali, Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu minur air yang dingin dan segar. Tiba tiba beliau menangis. Beliau ditanya, “Apakah gerangan yang menyebabkan anda menangis?” beliau menjawab, “Aku teringat akan firman Allah, “Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini…” (QS. Saba :54)

Saya tahu bahwa penduduk neraka tidaklah menginginkan sesuatu melebihi keinginan mereka untuk mendapatkan air yang dingin.”

#.KEINIGINAN PENHUNI NERAKA.

Benar apa yang dikatakan ibnu Umar Radhiyallahu anhu, betapa bernafsunya mereka ingin mendapatkan air. Hingga mereka mengemis kepada penduduk surga (jannah) agar sudi memberikan air kepada mereka, Allah mengisahkan dalam FirmanNya,

“Dan penhuni neraka menyeru penghuni surga, “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu”. Mereka (penhuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah menharamkan keduanya di atas orang orang kafir.” (QS. Al-A’raf : 50).

Tidak saja kandas apa yang mereka minta, yang terjadi bahkan sebaliknya. Saat mereka sangat mendambakan minuman yang segar, justru yang didapatkan adalah ‘hamim’, air yang panasnya mencapai puncaknya. Allah berfirman,

“Mereka tidak merasakan kesejukan didalamya dan tidak (pula mendapat) minuman,” (QS. An Naba : 24-25)

Begitupun tatkala mereka mengingkan makanan lezat untuk mengusir rasa lapar dan memenuhi hasrat lidahnya, jurtru yang mereka dapati adalah duri, yang justru merusak jasad dan membuat hasrat minum makin kuat.

Apa yang dialami oleh penhuni neraka itu sebagai balasan sepadan atas apa yang mereka lakukan di dunia. Dahulu mereka megumbar syahwatnya, mengabil setiap apa yang diinginkannya dan berbuat sesuai dengan kehendak hawa nafsunxa, merkipun dalam hal yang jelas jelar Allah mengharamkanya. Maka sebagai balasanya untuj memenuhi setiap keinginanya di akhirat.

Qotadah rahimahullah juga menjelaskan maksud firman Allah,”Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini”, maksudnya adalah, “Tatkala mereka menyaksikan ahzab dihadapan mereka, merekapun ingin dikembalikan lagi ke dunia, agar ia bisa taat kepada Allah Azza wa jalla dan menyudahi hidupnya dengan apa apa yang diperintahkan Allah. Namun Allah menghalangi keinginan mereka untuk itu, karena di dunia telah berlalu.”

Makna itu tidaklah bertentangan makna yang pertama. Mereka terhalang mendapatkan kenikmatan di akhirat, mereka juga terhalang dari keinginan kembali ke dunia. Betapa banya al Quran mengisahkan perihal angan angan orang mati yang ingin dikembalika ke dunia lagi, untuk memulai hidup baru, tidak sebagaimana cara hidup yang telah dijalaninya dahulu, sebagaimana firmaNya,

“Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari seorang dari mereka, dia berkata, “Ya, Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan sekali kali tidak.” (QS. Al-Mukminun : 99-100)

Dan masih ada lagi keinginan merela yang lain. Tatkala penghuni neraka berputus asa untuk terbebas dari siksa, apalagi untuk mendapatkan kenikmatan dan kelezatan, maka mereka pun ingin sekiranya mereka dimatikan saja. Agar siksa tak lagi mereka rasaka. Namun, lagi lagi keinginan tersebut tidak dikabulkan,

“Mereka berseru, :”Hai Malik (penjaga neraka. Pen), biarlah Rabbmu membunuh kami saja”. Dia menjawab : “Kamu akan tetap tinggal (di neraka).” (QS. Az-Zukhruf : 77)

Begitulah, tak ada keinginan sekecil apapun yang mereka inginkan lalu dikabulkan. Apalagi keinginan yang besar. Maka siksa mana yang lebih dahsyat dari kenyataan yang berkebalikan dengan keinginan? Apalagi, keinginan yang remeh di akhirat, akan diganti dengan sesuatu yang paling dibenci dan dihindari, berupa siksa tak terperi.

#.AGAR TERCAPAI SEGALA HASRAT DI AKHIRAT.

Merenungkan ayat ini, semoga meningkatkan kesabaran kita untuk menahan keinginan syahwat dari yang haram. Merkipun begitu kuat desakan nafsu merajuk dan betapa setan gigih meraya. Jika kita berharag keinginan kita tidak terhalang di akhirat, maka keharusan bagi kita untuk menghalangi nafsu kita dari yang haram.

Ayat ini pula yang diajarkan kita oleh Syaqiiq al-Balkhi, sebagai jawaban dari hembusan setan yang menggiring kita kepada syahwat. Beliau berkata, “Tiada suatu pagi pun melainkan setan telah mengincarku dari empat penjuru. Dari depan dan belakangku, serta dari arah kanan dan kiriku. Setan membujukku, “Janganlah kamu takut(berbuat dosa), karena sesungguhnya Allah Maha pengampuo lagi Maha penyayang.”.Maka aku pun menjawab dengan firman Allah, “Dan sesungguhnya Aku (Allah) Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. Thaha : 82)

Adapun dari arah belakang, ia menakut nakuti akan terlantarnya keluarga yang kelak aku tinggalkan. Maka aku pun membaca, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud : 6)

Lalu dari arah kananku ia mendatangiku dari sisi wanita, maka aku pun membaca, “Dan kesudahan yang baiklah bagi orang orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Araf : 128).

Sedangkan dari arah kiri, ia mendatangiku dengan memamerkan aneka syahwat dan keinginan haram, maka aku pun membaca, “Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan.” (QS. Saba : 54).

Allahumma ati anfusana zakkaaha wa Anta khairu man zakkaaha. Aamiin. (Abu Umar Abdillah).

http://www.arrisalah.net

Iklan